Senin, 29 Juli 2013

Ceramah Agama: 4 Golongan yang dirindukan oleh Surga

Selamat pagi!

Bulan Ramadhan, Bulan dimana umat-umat muslim mulai sibuk mencari kegiatan, biar lapar di perut tidak terasa. Miris, memang miris. Begitu juga dengan Saya, Saya adalah tipe orang yang suka cari kerjaan pada saat di Bulan Ramadhan. Ya memang gitu, alasannya sama, biar gak kerasa lapar.

Ketika kita melakukan sesuatu, melakukan kegiatan, dan kita enjoy saay menjalaninya, Insyaallah, tanpa terasa, waktu akan bergulir cepat. Tapi disaat Kita galau mantengin jam? Nunggu berbuka? Ungut, diem, dirumah? Pasti rasanya lama, dan laparnya makin menjadi-jadi. Aneh ya, tapi faktanya memang gitu.

Jumat, 26 Juli 2013

Ceramah Agama: Malam Lailatul Qadr

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabb-nnya untuk mengatur segala urusan.

Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”( Al-Qadr 1-5)

Setiap kita menjumpai bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah, ada diantara malam-malamnya yang paling ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin. Yaitu malam dimana Al-Quran diturunkan, malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam dimana turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril untuk mengatur segala urusan dan malam kesejahteraan sampai terbit fajar. Malam tersebut adalah malam Lailatul Qadar.

Semua kaum muslimin berlomba-lomba untuk mendapatkan malam tersebut, terutama pada malam-malam yang ganjil di sepuluh terakhir. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

”Berusahalah mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan” (HR. Bukhori dan Muslim)

Kita Pasti Dapat Malam Lailatul Qadar Jika Qiyamul Lail pada seluruh 10 Malam Terakhir

Orang yang mendapatkan lailatul qadar tidak harus melihat tanda-tandanya atau mengalami suatu peristiwa. Abdullah bin mas’ud radliyallahu’anhu berkata:

”Barangsiapa yang qiyamullail selama setahun, ia pasti mendapatkan lailatul qadar.” (HR. Muslim)

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata: Siapa saja yang mengerjakan qiyamullail dengan penuh iman dan mengharap pahala, pasti akan mendapatkan ganjarannya, baik dia mengetahui bahwa malam itu lailatul qadar atau tidak, meskipun seandainya orang itu tidak mengetahui tanda-tandanya, atau tidak waspada dengannya dikarenakan tertidur atau sebab lain, akan tetapi dia telah mengerjakan qiyamullail dengan penuh iman dan mengharap pahala. Maka Allah pasti akan mengampuni dosanya yang telah lalu.

Syaikh rahimahullah juga berkata: ketetapan ganjaran lailatul qadar bisa diraih oleh orang yang mengerjakan qiyamullail dengan penuh iman dan mengharap pahala, baik ia mengetahuinya atau tidak, karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

”Barangsiapa yang mengerjakan qiyamullail pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq’alaihi)

Dan beliau tidak menyebutkan, apabila dia mengetahui maka ia mendapatkannya. Maka, tidak disyaratkan untuk mendapatkan pahala lailatul qadar, seseorang itu harus mengetahui dengan pasti malam itu. Akan tetapi kita katakan, barangsiapa yang mengerjakan qiyamullail pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan seluruhnya, maka kami tegaskan bahwa dia pasti mendapatkan malam lailatul qadar, baik dipermulaan sepuluh hari terakhir, pertengahan, atau di akhirnya. Dan hanya Allah-lah maha pemberi taufik.

Yang Bisa Dipetik dari Pembahasan di Atas

Al-Quran turun pada malam Lailatul Qadar
Amalan, puasa, dan qiyamullail (shalat malam) pada malam lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan yang tidak ada padanya lailatul qadar
Begitu banyak malaikat yang turun pada malam lailatul qadar karena melimpahnya berkah, malaikat turun bersama turunnya berkah dan rahmat, sebagaimana mereka turun ketika al-Quran dibaca, mereka meliputi mejelis-mejelis ilmu, dan dengan tulus mereka meletakkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu, sebagai penghargaan teruntuk mereka. (Tafsir Ibnu Katsir QS Al-Qadar ayat 4)
Qiyamul Lail (Shalat malam) pada malam Lailatul Qadar dapat menjadi pelebur dosa yang telah lalu
Ucapan salam kesejahteraan malaikat pada malam lailatul qadar di alamatkan kepada penghuni masjid, mulai dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar, mereka melalui setiap mukmin seraya berkata: Salam sejahtera bagimu, wahai mukmin. (Tafsir Ibnu Katsir QS Al-Qadar ayat 5)
Doa pada malam lailatul qadar mustajab (terkabulkan)
Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan
Seseorang pasti akan mendapatkan malam lailatul qadar jika dia mengerjakan qiyamullail diseluruh sepuluh malam terakhir Ramadhan

Kamis, 25 Juli 2013

Ceramah Agama: Puasa dan Sabar

Sabar artinya menahan diri, tertahan dan mengekang. Sabar bersifat umum karena setiap manusia punya sifat sabar, namun kadangkala ia kalah dengan emosi yang membuat manusia cenderung mengedepankan hawa nafsu dalam bertindak sehingga akan menuai kerugian dan sedikit membawa manusia kepada keberuntungan. Makanya manusia yang punya tingkat kesabaran rendah disebut manusia emosional atau temperamental.

Islam (agama Islam) sangat menganjurkan bagi umatnya untuk berlaku sabar baik dalam perkataan maupun perbuatan. Karena sabar sangat indah bila kita dapat memahami dengan penuh hati dan orang sabar selalu beruntung. Sabar juga bagian dari ciri tinggiya tingkat keimanan seseorang bahkan sebagain ulama mengatakan sabar setengah dari iman, ia selalu ikhlas dalam segala urusan karena apa pun yang Allah berikan pasti yang terbaik bagi dirinya.

“Innallaha ma’ashabiriin” Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar. Ini menandakan bahwa betapa pentingnya kesabaran dalam mengarungi hidup ini, Allah pun selalu bersama dengan orang orang yang sabar, karena manusia yang tidak sabar selalu ditemani oleh syaithan.

Puasa merupakan ajang untuk melatih kesabaran selaian banyak cara yang dapat dilakukan. Puasa mendidik kita untuk hidup sosial dan sederhana. Kita dilatih untuk menahan hawa nafsu sehingga dapat merasakan betapa sengsaranya tidak makan dan minum serta menjaga nilai nilai puasa selama lebih kurang 14 jam. Waktu yang sangat lama dan dilakukan selama 29-30 hari, maka bagi orang yang benar benar melakukannya pasti membuat dia berubah kepada sabar, emosinya akan terkekang selamanya. Kita dibuat miskin selama sebulan dan sama dengan orang miskin lainnya yang setiap hari berpuasa sepanjang tahun.

Adapun cara melatih diri untuk mendapatkan sabar, antara lain:*

1. Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.

2. Memperbanyak tilawah (baca; membaca) al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. Karena al-Qur’an merupakan obat bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.

3. Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.

4. Mujahadatun Nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dsb.

5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran (isti’jal), memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal. Apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat “amalan” seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)
6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.

7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya. Karena hal ini juga akan menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di dunia.

Senin, 22 Juli 2013

Perkenalkan!

Selamat siang, mblo!
Bingung mau nulis apa, bingung mau pakai bahasa apa, bingung mau ngomongin apa. Tapi ini tugas sih, jadi harus keep moving on :3


Dari nama dulu, Nama saya Julio Adam Pratama, bisa dipanggil Michael atau Evan, "Adam". Sekarang saya sedang duduk dibangku kelas XI-C, tepatnya di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru, The best school evaaa, haha. Tau kenapa? Karena disini banyak belajar tentang komputer-komputer, yaaa cocok aja sama hobi saya haha.