Beberapa hari yang lalu, Kita (siswa/i) Kelas 2 TKJ ditugaskan untuk meneliti kegiatan UKK yang sedang dijalani oleh siswa/i Kelas 3 TKJ. Seperti yang sudah Saya jelaskan di post sebelumnya, Peserta UKK ini diwajibkan menyelesaikan beberapa tugas yang cukup menantang, diantaranya setting AP, membangun DHCP server, membangun Mail Server, dan membangun rumah.

Setelah lama tidak berjumpa dengan AP alias Access Point, akhirnya Saya berkesempatan untuk melihatnya lagi di UKK lalu. Ya, Access Point, Benda-kotak-berantena ini bertebaran diruang ujian, belok sedikit liat AP, belok sedikit liat AP, yang ada Saya jadi terbayang-bayang mengenai seluk beluk tentang AP, jadi pusing sendiri.
Wajar saja banyak AP disini, selain karena untuk Ujian Kompetensi, Access Point juga salah satu benda yang wajib diketahui oleh orang-orang IT. Kenapa? Karena tanpa mengenal AP, kita tak akan bisa membuat jaringan komputer dasar. Nah, untuk itu, di post ini, Saya akan mengenalkan kepada Anda, apa sih AP itu, dan bagaimana kegunaannya.
Access Point adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth atau standar terkait. Jelas ya, Access Point ini adalah perangkat nirkabel, yang berarti menggunakan kabel (Oke ini penting). Satu hal yang harus disiapkan oleh orang IT dalam membangun jaringan adalah kabel, khususnya UTP/STP. Perangkat Access Point memerlukan kabel UTP/STP untuk bisa memasuki konfigurasinya agar kemudian AP bisa dijadikan router, bridge, dan lain-lain. Kabel ini tidak terlalu sulit untuk dibuat, kabel ini juga tersedia di toko komputer terdekat, jadi tidak perlu diambil pusing.