Pada pertandingan putra di Fantastic 4, Rabu (5/2) lalu, SMK Telkom Banjarbaru harus menyerahkan kesempatannya menuju final kepada SMA Negeri 3 Banjarmasin. Tim basket putra SKATEL - panggilan akrab untuk SMK Telkom Banjarbaru - ini sudah mengerahkan seluruh pemain andalannya dilapangan, tapi hasilnya nihil, pertahanan SMAGA terlalu kuat untuk bisa dijebol oleh pemain dari tim basket putra SKATEL.
Pertahanan yang bagus, stamina yang kuat, dan mental yang kokoh menjadi tiang penegak kemenangan Mereka pada hari itu. Bukan cuma itu, banyaknya pendukung dari SMAGA juga bisa jadi faktor kemenangan tim basket SMAGA, pasalnya Mereka tak habis-habisnya berteriak dan menyanyikan yel-yel penyemangat untuk tim basket sekolahnya. Nyanyian dari pendukung SMAGA ini ternyata sedikit menjatuhkan mental lawan, sehingga tim basket SKATEL harus gagal beberapa kali dalam melempar free throw. Tapi hal ini tidak terjadi pada M. Akbar Alfarizi. Pemain andalan SKATEL ini tetap bermain tenang dan fokus. Sepanjang permainan, Ia terlihat santai dan tetap konsentrasi ke dalam pertandingan meskipun harus mendengar sorakan-sorakan dari pendukung SMAGA. Gerakannya yang lincah dan konsentrasinya yang tinggi membuatnya mampu mencetak beberapa poin ke ring lawan, tapi sayangnya, hasil cetakannya ini belum mampu membalap perolehan poin SMAGA sampai quarter terakhir. Sampai pada akhirnya peluit wasit berbunyi, SMAGA berhasil mengungguli pertandingan dengan poin 38-29.
"Tidak apa-apa kalah. Setidaknya ini adalah pencapaian terbaik Mereka, karena bisa masuk Fantastic 4. Bagi Saya ini sudah sebuah prestasi", tutur Khalid, supporter dari SKATEL yang menonton pertandingan pada saat itu. Menurut Khalid, SMAGA memenangkan pertandingan karena tim basket SMAGA punya solidaritas dan kekompakan yang tinggi.
Di pihak SKATEL sendiri, menurut Chiara Janetra, faktor kekalahan terletak pada kelelahan fisik, dan kurangnya mental yang dimiliki para pemain. "Ini pengaruh dari faktor fisik, gara-gara kecapekan, hampir setiap hari tim basket kita main. Mentalnya juga kurang, perlu lebih banyak jam terbang", tuturnya. "Jangan bersedih, tetap semangat, ini bukan yang terakhir. Masih ada O2SN setelah DBL", pesannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar