Rabu, 05 Maret 2014

Cara Mudah Setting Access Point, Repeater, Router, Bridge, Dan Lain-Lain

Beberapa hari yang lalu, Kita (siswa/i) Kelas 2 TKJ ditugaskan untuk meneliti kegiatan UKK yang sedang dijalani oleh siswa/i Kelas 3 TKJ. Seperti yang sudah Saya jelaskan di post sebelumnya, Peserta UKK ini diwajibkan menyelesaikan beberapa tugas yang cukup menantang, diantaranya setting AP, membangun DHCP server, membangun Mail Server, dan membangun rumah.


Setelah lama tidak berjumpa dengan AP alias Access Point, akhirnya Saya berkesempatan untuk melihatnya lagi di UKK lalu. Ya, Access Point, Benda-kotak-berantena ini bertebaran diruang ujian, belok sedikit liat AP, belok sedikit liat AP, yang ada Saya jadi terbayang-bayang mengenai seluk beluk tentang AP, jadi pusing sendiri.


Wajar saja banyak AP disini, selain karena untuk Ujian Kompetensi, Access Point juga salah satu benda yang wajib diketahui oleh orang-orang IT. Kenapa? Karena tanpa mengenal AP, kita tak akan bisa membuat jaringan komputer dasar. Nah, untuk itu, di post ini, Saya akan mengenalkan kepada Anda, apa sih AP itu, dan bagaimana kegunaannya.

Access Point adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth atau standar terkait. Jelas ya, Access Point ini adalah perangkat nirkabel, yang berarti menggunakan kabel (Oke ini penting). Satu hal yang harus disiapkan oleh orang IT dalam membangun jaringan adalah kabel, khususnya UTP/STP. Perangkat Access Point memerlukan kabel UTP/STP untuk bisa memasuki konfigurasinya agar kemudian AP bisa dijadikan router, bridge, dan lain-lain. Kabel ini tidak terlalu sulit untuk dibuat, kabel ini juga tersedia di toko komputer terdekat, jadi tidak perlu diambil pusing.


Kalau kabel UTP/STP sudah siap, maka hal selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah... mencoloknya. Of course, tanpa dicolok ya sia-sia lah usaha kita memperjuangkan kabel UTP/STP selama ini (oke ini lebay). Kabel ini dicolok antara PC/Laptop dan Access Point. Coloklah di port LAN, hati-hati masukin ke lubang yang salah. Eheheh

Sekarang, cek dulu Access Point-nya, apakah AP-nya sudah direset atau belum. Ada baiknya direset terlebih dahulu karena Kita tidak tau, bagaimana konfigurasi yang telah diatur pada AP tersebut oleh pengguna sebelumnya, kecuali AP-nya punya sendiri atau baru beli di toko komputer. Gimana resetnya dam? Caranyaaaaa, cari pulpen, pensil, atau apa lah yang lurus dan panjang (?), terus masukkan di lubang bunder kecil yang ada dibelakang Access Point. Bagi Anda yang tidak dapat menemukan lubang bunder kecil yang Saya maksud, silahkan perhatikan lebih baik lagi.

Clue: Kalau Access Point-nya pernah dipakai oleh oranglain, biasanya lobangnya punya banyak bekas coretan pulpen.

Kalau lobangnya sudah ketemu, sekarang, silahkan colok lobang tersebut dengan pulpen, pensil, atau tongkat pramuka yang telah Anda sediakan. Coloklah sekitar 10 detik, kalau sudah cukup, maka Access Point akan memberikan tanda, yakni berupa kematian dari lampu kelap-kelip yang ada didepan Access Point dalam waktu beberapa detik.

Sekarang, setting IP di PC/Laptop Anda, caranya, buka Network and Sharing Center, pilih koneksi yang menghubungkan PC/Laptop Anda dengan Access Point, pada statusnya, pilih Properties, di Tab Networking, cari item Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) atau semacamnya, pilih Properties lagi. Ta-daaa, Here you are, bunderin Use The Following IP Address, dan masukkan IP, dan subnet mask yang Anda harapkan.

Oke, dalam kasus ini, jangan terlalu berharap dengan IP atau subnet mask yang telah Anda konfigurasikan, karena semakin besar harapan Anda, semakin besar rasa kekecewaan yang menghampiri ketika Anda gagal mengkonfigurasi IP-nya. #Abaikan

Di ingat, guys, jangan setting IP pada PC/Laptop Anda dengan menggunakan IP yang dimiliki oleh AP, hmm kenapa ya, ya nggak apa-apa, jangan sama aja, pokoknya jangan sampai sama ya.

Kalau sudah, silahkan buka Browser Anda. Belum punya browser atau masih menggunakan Internet Explorer? Uninstall aja, dan buruan Install Google Chrome, cepat, ringan, dan flexible. Gratis, tunggu apa lagi, buruan install. #bukanIklan

Sekarang, set focus di address bar browser Anda, masukkan IP default dari Access Point. Menurut Access Point yang Saya miliki saat ini, default IP-nya adalah 192.168.1.254. Maka yang harus Saya lakukan adalah memasukkannya ke address bar, dan menekan enter. Simple? HAHA Siapa dulu dong yang bikinin tutorial (baca: Adam).

Catatan: Default IP bisa saja berbeda dari AP satu ke AP yang lainnya. Cara mengetahuinya ialah dengan membaca secerca tulisan yang ada dibawah AP. Kalau Anda tidak dapat menemukan IP-nya, bersabarlah.

Jika berhasil, maka Anda akan ditagih, ya, ditagih, sebuah username dan password. Jangan takut, tinggal masukkan username 'admin', dan password 'admin'.

Catatan lagi: Default Username dan Password bisa saja berbeda dari AP satu ke AP yang lainnya. Cara mengetahuinya ialah dengan membaca secerca tulisan yang ada dibawah AP. Kalau Anda tidak dapat menemukannya, bersedihlah.

Kalau Anda berhasil lagi, maka akan muncul tampilan control panel dari AP milik Anda. Nah, disini, Anda tinggal setting atau konfigurasi AP sesuai dengan apa yang Anda harapkan (Ingat, jangan terlalu berharap). Anda bisa mengaturnya menjadi router, bridge, broadcaster, server, client, di bagian Working Mode (atau Network, atau Mode, tergantung mereknya sih).


Kalau Anda menginginkannya menjadi sebuah broadcaster, wifi, atau semacamnya, maka pilihlah AP Mode (nama bisa berbeda dibeberapa merek).

Kalau Anda menginginkannya menjadi sebuah router yang menghubungkan antara satu jaringan ke jaringan lainnya, tinggal pilih Router.

Kalau Anda menginginkannya menjadi sebuah repeater yang memperluas sinyal dari sebuah AP, maka pilih Repeater.

Kalau Anda menginginkannya menjadi sebuah client biasa, maka tinggal pilih Client Mode.

Kalau Anda menginginkannya menjadi sebuah Bridge yang memperluas jaringan dengan cara menghubungkan dua koneksi yang berbeda, maka pilih Bridge.

Simple? Yes, not really hard, just keep trying and you'll know how it works. Awalnya memang agak sedikit depressing dalam mengkonfigurasi AP ini, tapi, semua bisa karena terbiasa. #iaaaahh

Mungkin sampai sini saja tutorial yang bisa Saya berikan, semoga bermanfaat.

Salam Olahraga,




Adam Tyson

2 komentar: